IRRI, BRMP dan IPB Perkuat Penguasaan Genome Editing untuk Percepatan Perakitan Varietas Unggul
Bogor, 26 Oktober 2026 – Penguasaan teknologi genome editing menjadi salah satu langkah strategis untuk mempercepat perakitan varietas unggul tanaman pangan yang produktif dan adaptif terhadap perubahan iklim. Teknologi penyuntingan genom memungkinkan perubahan materi genetik tanaman secara lebih presisi dan terarah, sehingga berpotensi mendukung pengembangan varietas yang lebih toleran terhadap kekeringan, salinitas, dan suhu ekstrem, serta memiliki ketahanan lebih baik terhadap hama dan penyakit.
Untuk memperkuat kemampuan Indonesia dalam menguasai dan mengembangkan teknologi tersebut secara mandiri, International Rice Research Institute (IRRI) bersama Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Pangan (BRMP Tanaman Pangan) dan IPB University menyelenggarakan Genome Editing Workshop for Crop Improvement pada 26–31 Oktober 2026 di Bogor, Jawa Barat. Kegiatan ini diikuti sekitar 60 peserta dari perguruan tinggi, Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta perusahaan swasta.
Pelatihan dibuka oleh Kepala BRMP Tanaman Pangan, Dr. Ir. Haris Syahbuddin, DEA. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada IRRI, IPB University, para narasumber, dan seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan kegiatan. Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas institusi diperlukan untuk meningkatkan kompetensi peneliti sekaligus memperkuat kerja sama penelitian dalam menjawab tantangan pembangunan pertanian.
Genome Editing untuk Menjawab Tantangan Pertanian
Sektor pertanian menghadapi tantangan yang semakin kompleks akibat perubahan iklim, termasuk meningkatnya risiko kekeringan, banjir, dan suhu ekstrem, serta perubahan pola serangan hama dan penyakit. Pada saat yang sama, pertumbuhan penduduk terus meningkatkan kebutuhan pangan, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas. Kondisi ini menuntut inovasi yang mampu mempercepat pengembangan varietas unggul dengan produktivitas tinggi dan kemampuan adaptasi yang lebih baik.
Teknologi genome editing menawarkan peluang untuk mendukung upaya tersebut. Melalui penyuntingan genom yang lebih presisi dan terarah, pengembangan varietas tanaman pangan dapat difokuskan pada karakter yang dibutuhkan, seperti toleransi terhadap cekaman lingkungan dan ketahanan terhadap hama serta penyakit.
Selain mendukung produktivitas dan stabilitas hasil, teknologi ini berpotensi meningkatkan kualitas gabah dan beras, termasuk persentase beras kepala (head rice recovery) yang memiliki nilai ekonomi bagi petani dan industri penggilingan. Pengembangan lebih lanjut juga membuka peluang peningkatan kualitas nutrisi tanaman pangan. Di sisi lain, penelitian mengenai apomiksis sintetis berpotensi mendukung upaya mempertahankan sifat unggul tanaman hibrida dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Membangun Kemandirian Teknologi Pemuliaan Tanaman
Pemanfaatan genome editing membutuhkan pemahaman yang kuat mengenai fungsi gen, ketersediaan material genetik, serta kemampuan mengintegrasikan teknologi tersebut ke dalam program pemuliaan tanaman. Teknologi ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan pemuliaan konvensional, tetapi melengkapinya agar proses perakitan varietas unggul dapat berlangsung lebih terarah dan efisien. Kepala BRMP Tanaman Pangan, Haris Syahbuddin, menekankan pentingnya membangun kemampuan nasional agar Indonesia tidak hanya memanfaatkan teknologi yang dikembangkan pihak lain, tetapi juga mampu menguasai dan menghasilkan inovasi sesuai kebutuhan pertanian dalam negeri. “Harapan kita adalah agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menguasai, mengembangkan, dan menghasilkan inovasi genome editing secara mandiri sesuai dengan kebutuhan pertanian nasional,” ujar Haris.
Penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi bagian penting untuk mewujudkan tujuan tersebut. Melalui peningkatan kompetensi peneliti dan penguatan kolaborasi antarlembaga, Indonesia diharapkan mampu mengembangkan inovasi pemuliaan tanaman yang relevan dengan kondisi agroekosistem dan kebutuhan pangan nasional.
Perkuat Kompetensi melalui Pembelajaran dan Praktik Laboratorium
Selama enam hari, Genome Editing Workshop for Crop Improvement dirancang untuk memberikan pemahaman mengenai tahapan pengembangan tanaman hasil penyuntingan genom, mulai dari perancangan target gen hingga validasi hasil. Pada hari pertama, peserta mempelajari dasar-dasar teknologi CRISPR-Cas9 dan Cas12a, perancangan guide RNA (gRNA), konstruksi genetik, serta metode penghantaran material genetik ke dalam sel tanaman.
Pada 27–28 Oktober 2026, kegiatan dilanjutkan dengan pembelajaran dan praktik laboratorium di IPB University, Darmaga, Bogor. Materi mencakup kultur jaringan, transformasi dan regenerasi tanaman, penyaringan molekuler, serta validasi hasil penyuntingan melalui analisis DNA, PCR, dan interpretasi sekuensing. Peserta juga mempelajari metode untuk memeriksa perubahan genetik pada target yang dituju serta kemungkinan terjadinya perubahan di luar target (off-target).
Rangkaian pembelajaran tersebut dirancang untuk memperkuat pemahaman peserta terhadap proses penyuntingan genom, baik dari aspek konseptual maupun teknis. Kompetensi ini diharapkan dapat menjadi bekal dalam mendukung penelitian dan pengembangan varietas unggul tanaman pangan.
Sebagai kelanjutan penguatan kapasitas di bidang pemuliaan tanaman modern, pada 2–5 November 2026 dijadwalkan Workshop on Genomic Selection: Principles, Prediction, and Application. Kegiatan ini akan membahas penerapan seleksi genomik dalam program pemuliaan, meliputi genetika kuantitatif, analisis data menggunakan perangkat lunak R, metodologi statistik, dan integrasi seleksi genomik dalam program pemuliaan padi.
Melalui rangkaian pelatihan tersebut, kolaborasi IRRI, BRMP Tanaman Pangan, dan IPB University diharapkan semakin memperkuat kemampuan peneliti Indonesia dalam menguasai dan mengembangkan teknologi pemuliaan modern. Sinergi antara lembaga penelitian, perguruan tinggi, dan sektor swasta menjadi modal penting untuk mempercepat perakitan varietas unggul, mendukung modernisasi pertanian tanaman pangan, serta memperkuat ketahanan pangan nasional.